Yang Berakal Yang Memahami Kesempurnaan Ciptaan Allah (Bag. 2)

Ayat 191 surat Al-Imran menjelaskan ciri-ciri orang yang berakal. Yaitu mereka yang selalu ingat Allah, serta berusaha mengikuti petunjuk-petunjukNya, baik ketika berdiri, berjalan, dan melaksanakan segala aktivitasnya, maupun ketika duduk, bahkan ketika beristirahat tidur-tiduran dan sedang tidak melaksanakan kegiatan apa-apa. Juga selalu menciptakan rahasia penciptaan alam, yaitu langit, bumi, dan segala isinya, sehingga mengetahui sifat-sifat dan manfaat langit yang luas, kandungan dan kekayaan bumi, baik daratan maupun lautan, serta bagaimana memanfaatkannya dan tidak membuat kerusakan di alam ini.

Kajian mendalam tentang semua ini akan bermuara pada simpulan bahwa semua ciptaan Allah tidak sia-sia, semua bermanfaat bagi manusia, ada guna dan faedahnya. Akhirnya timbul pengakuan dari jiwa yang terdalam pengakuan tulus akan Kemahasucian Sang Pencipta : “Alhamdulillah, kami dapat memahami semua ini. Jika tidak banyak salah yang diperbuat dalam memperlakukan alam ini Ya Allah jagalah kami dari kebodohan dan kedurhakaan tentang ini semua yang dapat mengakibatlan kami terjerumus ke dalam api negara”.

Baca juga : Yang Berakal Yang Memahami Kesempurnaan Ciptaan Allah

Ketidaktahuan akan kandungan dan kekayaan bumi saja dapat menyebabkan pengelolaan bumi yang salah. Akibatnya, timbul kerusakan dan penderitaan hidup. Membuat kerusakan di bumi adalah dosa besar karena menyebabkan kerugian bagi banyak manusia, dan wajar apabila dihukum masuk neraka.

Indikator orang berakal adalah yang memiliki landasan iman, selalu ingat ketentuan Allah, dan memikirkan alam ciptaan-Nya. Ungkapan ‘Ali bin Abi Thalib yang sangat terkenal dan diingat banyak orang “Ilmu berjaya melalui iman”.

Dengan demikian pada dasarnya, seperti ungkapan Guiderdoni (2004), seorang ahli astrofisika muslim berkebagsaan Perancis, eksplorasi ataupun penjelajahan di dunia amat dianjurkan sejauh sang penjelajah cukup bijak untuk mengakui bahwa keselarasan yang berada di jagat raya bersumber pada Tuhan. Dengan menatap kosmos, intelegensi yang diberikan Tuhan kepada diri kita akan terus menerus bertemu dengan intelegensi yang dipergunakan Tuhan dalam menciptakan benda-benda.

Ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia. Seluruh komponen jagat raya berinteraksi satud engan lainnya dengan ketertataan yang sempurna dan sangat terukut (QS. Al-Hijr : 21). Allah telah menciptakan alam semesta beserta isinya dalam keadaan seimbang, indah, dan bermanfaat (QS. Al-Mulk : 3-4). Dan manusia boleh menikmati dan memanfaatkannya, tetapi tidak boleh merusak.

Alam disediakan bukan hanya untuk generasi kita, tapi juga generasi-generasi selanjutnya. Untuk itu, kita dilarang membuat kerusakan di bumi. Allah berfirman :
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al-Qasas : 77).

“Telah tampak kerusakan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Ruum : 41).

Peringatan Allah pada dua ayat diatas adalah agar manusia tidak berbuat kerusakan di bumi, kerusakan tersebut pada gilirannya akan berbalik pada keberadaan manusia sendiri. Banyak contoh bagaimana kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia yang kemudian berbalik menjadi bencana. Pengundulan hutan yang menyebabkan terjadinya banjir bandang dan longsoran di beberapa tempat di Indonesia adalah salah satu contoh aktual yang terkait dengan peningkatan gas rumah kaca akibat aktivitas manusia yang begitu banyak menggunkaan energi fosil maupun akibat degradasi hutan diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Seiring dengan semakin parahnya kerusakan di bumi, kesadaran manusia mulai meningkat demi menyelamatkan bumi dari kehancuran melalui kerjasam global yang melibatkan hampir seluruh negara.

 

Sumber : Mengenal Ayat-Ayat Sains : Penciptaan Bumi, Kemenag RI & LIPI

Leave a Reply

Your email address will not be published.