Friday , July 30 2021

Senyum Pengertian

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Alloh terdapat orang-orang yang bukan nabi, dan bukan pula syuhada,” ujar Rosululloh sebagaimana dibawakan dalam hadits oleh Imam Abu Dawud, “Tapi bahwa para nabi dan syuhada cemburu pada merekadi hari kiamat nanti, tersebab kedudukan yang diberikan oleh Alloh pada mereka.”

“Ya Rosululloh,” kata para shohabat ketika itu, “Beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?

“Mereka itu adalah,” jawab beliau, “Segolongan manusia yang saling mencintai karena rohmat Alloh. Bukan oleh sebab kekerabatan dan darah. Bukan pula karena didasarkan pemberian harta. Demi Alloh, wajah mereka pada hari itu bersinar cemerlang dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tiada merasa khawatir ketika manusia lain ketakutan. Dan mereka tidak bersedih ketika manusia lain berduka.”

Sebuah hadits Qudsi yang dibawakan Imam Ahmad dan at-Tirmidzi merekam kalimat Alloh

‘Azza wa Jalla  tentang karunia kepada para pencinta ini. “Orang-orang yang saling mencintai demi keagungan-Ku,” demikian Alloh berfirman, “Akan diberikan pada-nya mimbar dari cahaya yang dicemburui oleh para Nabi dan syuhada.”

Alangkah agungnya mereka yang mendapat karunia itu.Alangkah beruntungnya mereka yang beroleh kemuliaan itu. Hari-hari ini dalam tertatihnya kita meniti ukhuwah yang terasa gersang, dalam menyambungi shilaturrohim yang terasa kering, dan dalam menjalin hubungan yang terasa pahit, kita telah merasa sejuk sekedar mendengar frasa ‘saling mencintai karena Alloh’. Hari ini, harapan kita kembali dibangkitkan, asa kembali ditumbuhkan; bahkan meskibukan Nabi dan bukan syuhada, kita berpeluang memperoleh anugerah yang membuat mereka cemburu.

Lalu kita tersadar bahwa untuk menggapainya, dalam dekapan ukhuwah ada niat yang harus diluruskan, ada tekad yang harus dikokohkan, ada komitmen yang harus disimpul ulang, dan ada tanggungan amal-amal yang harus dibayartunaikan. Ada begitubanyak langkah, dan meski tetap terseok, mari selalu bergerak kehadapan. Setapak demi setapak. Selangkah demi selangkah. Walauduri merantaskan kaki, walau onak mencacah jari.

Berlembar lalu, kita telah memulainya dengan prasangka baik. Dalam dekapan ukhuwah, setelah prasangka baik, pilar cinta kitayang berikut adalah saling mengerti dengan kelembutan nurani…

 

 

Sumber:

Dalam Dekapan Ukhuwah – Salim A. Fillah

 

 

Baca juga: Ikatan Persaudaraan Antar Mukmin

About Futra Fajar Firdaus

Check Also

Berkah Ramadhan tanah Palestina

Berkah Ramadhan di Tanah Palestina

Menimba Berkah Ramadhan di Tanah Palestina oleh : Habibah Auni    Pada suatu senja yang …

13 comments

  1. Its such as you read my mind! You appear to grasp so much approximately this,
    like you wrote the e book in it or something.
    I believe that you simply can do with some % to power
    the message house a bit, but other than that,
    this is excellent blog. A great read. I’ll certainly be back.

  2. Aw, this was a very nice post. Finding the time and actual effort to
    make a superb article… but what can I say… I hesitate a lot and don’t
    seem to get nearly anything done.

  3. Quality posts is the key to attract the visitors to pay a visit the website, that’s what this web page is providing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *