Friday , July 30 2021

Ramadan, Berkah Musiman?

Ramadan, Berkah Musiman?

Oleh : Sri Wardani

Kita sangat familiar dengan kata berkah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berkah adalah karunia tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi manusia. Sering kita mendengar dan menyebut kata ini dalam segala harapan. Seperti rumah tangga berkah, rezeki, anak-anak, umur dan sebagainya. Termasuk ramadan datang, disebut bulan penuh keberkahan. Artinya, mendatangkan kebaikan.

Dalam bahasa arab, kata berkah berasal dari kata baarokah, artinya bertambah kebaikan. Para ulama menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah.

Menurut Iman Nawawi, asal makna berkah ialah kebaikan yang banyak dan abadi. Dalam syarah shahih muslim karya Imam Nawawi disebutkan berkah memiliki dua arti. Pertama, tumbuh, berkembang, atau bertambah. Kedua, kebaikan yang berkesinmabungan (www.risalahislam.com).

Kata indah ini tidak luput disebutkan dalam Al-Quran dengan beberapa makna yaitu kelanggengan, banyak dan bertambah kebaikan.

“Ini Al-Quran adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran (QS Shaad :29)

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (QS. Al-A’rof :96)

baca juga : BERKAH DI LANGIT RAMADHAN

Sedangkan dalam hadis disebutkan kata berkah. Salah satunya hadis berikut ini :

“Sungguh Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barangsiapa rela dengan pemberian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barangsiapa tidak rela, maka tidak akan mendapatkan keberkahan (HR. Ahmad)

Melihat penggunaan kata yang mengandung anugerah besar, baik secara definisi maupun penggunaan tata bahasa dalam Al-Quran dan hadis, bahwa berkah  bukan sebuah ucapan sederhana. Mengandung makna yang menyiratkan kebaikan dan kemanfaatan yang melimpah.

Terkhusus bulan suci ramadan yang memiliki banyak keutamaan. Muncul pertanyaan, benarkah kita mendapat berkah itu? Jika dicermati berdasarkan pengertian, ramadan dikatakan berkah dengan memenuhi beberapa syarat. Mari lihat satu persatu.

Pertama, keberkahan itu bertambah kebaikan. Seperti yang diketahui, bulan ramadan dilipatgandakan pahala dan kebaikan. Begitu banyak penjelasan tentang keutamaan bulan mulia ini. Namun, benarkan amalan yang kita lakukan bertambah dan meningkat?

Mari ukur diri masing-masing. Apakah menjalankan ibadah selama ramadan sebagai rutinitas atau sekadar menunaikan kewajiban? Jika mampu merasakan ruh keimanan yang memancarkan ketakwaan, ketaatan yang mendekatkan kepada Allah serta berpengaruh terhadap sikap dan prilaku sehari-hari. Berarti berkah. Banyak orang berpuasa, tetapi sholat masih di ujung waktu bahkan ditinggalkan. Tetap menahan lapar dan dahaga, ternyata masih labil dan belum mampu menata emosi. Sehari-hari masih menggunjing dan gibah.

Selain itu, coba lihat ibadah yang dilakukan. Misalnya amalan sunnah salat tahajud, duha, tilawah, dan sedekah. Jika semuanya mengalami peningkatan baik secara jumlah atau kualitas berarti mendapat keberkahan ramadan.

Kedua, karena berkah itu kebaikan yang banyak, tidak hanya ibadah, tetapi tercermin dalam akhlak sehari-hari. Berakhlak mulia dan berhati lembut. Senantiasa berkata benar, kasih sayang pada semua makluk dan tergerak hatinya membantu mereka yang membutuhkan.

Syarat ketiga, inilah yang paling berat. Karena pengertian berkah itu kebaikan yang berkesinambungan, ibadah dan akhlak yang baik tidak hanya selama ramadan, tetapi berlanjut ketika bulan mulia ini pergi. Selama sebulan wajar semua kita melakukan ketaatan. Begitu keluar ramadan, kebaikan masih berlanjut dan melekat dalam diri. Ibadah terjaga dan akhlak semakin mulia. Ada keberlanjutan prilaku kebaikan di luar ramadan. Berarti itu berkah.

Ketiga syarat tersebut tidak mudah untuk dipenuhi, tetapi diupayakan agar bingkai rahmat itu menyelimuti setiap amalan. Bagaimana caranya agar keberkahan didapat? Pertama, menjaga ketaqwaan dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan. Kedua, memperbanyak amal saleh. Ambil setiap kesempatan ibadah meskipun bernilai sedikit, seperti senyum menyenangkan hati saudara. Ketiga, menjaga diri dari hal-hal yang haram agar hati tidak tertutup dengan cahaya kebaikan. Jadikan ramadan sebagai bulan latihan untuk membentuk jiwa ketaatan.

Konsisten dalam menjalankan ibadah dan berakhlak idealnya tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi terus berkelanjutan hingga akhir hayat. Kebaikan dan ketaatan yang dilakukan hanya selama ramadan artinya bersifat musiman. Berkah seharusnya menetap dalam diri. Keberkahan dalam bulan ramadan bukanlah sesaat, tetapi bagaimana menjadi kebiasaan menetap dalam setiap detak kehidupan.

Biodata Penulis

Nama : Sri Wardani

IG : sausanalward

HP/WA : 081365679655

Email : sriwardani55@gmail.com

Alamat : Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Jl. Jenderal Sudirman   No. 235 Pekanbaru, kelurahan Suma Hilang, Kecamatan pekanbaru   Kota, Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Karya : Sepuluh buku antologi fiksi dan nonfiksi

Prestasi :

  1. Meraih juara I lomba cerpen nasional Penerbit Kertas Sentuh Januari tahun 2021.
  2. Cerpen terbaik 55besar (urutan 11) pada lomba cerpen nasional Jejak Publisher tahun 2021
  3. Cerpen Terbaik 50 besarpada Event Cerpen Menulis Nasional tahun (2020).
  4. 100 cerpen terbaik pada lomba cerpen Fun Bahasa (2021) dan lomba cerpen Alinea Publishing (2021).

About Marwa Sungkar

Check Also

Berkah Ramadhan tanah Palestina

Berkah Ramadhan di Tanah Palestina

Menimba Berkah Ramadhan di Tanah Palestina oleh : Habibah Auni    Pada suatu senja yang …

2 comments

  1. analyze hydroxychloroquine dosing for coronavirus movement https://hydroxychloroquined.online/ – hydroxychloroquine sulfate price variant angina pectoris hydroxychloroquine dosing for coronavirus

  2. Hello, you used to write magnificent, but the last few posts have been kinda boring… I miss your super writings. Past several posts are just a little out of track! come on!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *