Tuesday , September 28 2021

Metode Menghafal Al Qur’an

Metode Menghafal Al-Qur’an

Dalam menghafal Al-Qur’an orang yang mempunyai metode dan cara yang berbeda-beda. Namun metode apapun yang dipakai tidak akan terlepasa dari pembacaan yang berulang-ulang sampai dapat mengucapkannya tanpa melihat mushaf sedikitpun.

Proses menghafal Al-Qur’an dilakukan melalui proses bimbingan seorang guru tahfizh. Proses bimbingan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

  1. Bin –Nazhar

Yaitu membaca dengan cermat ayat-ayat Al-Qur’an yang akan dohafal dengan melihat Al-Qur’an secara berulang-ulang. Proses bin-nazhar ini hendaknya dilakukan sebanyak mungkin atau empat puluh satu kali seperti yang biasa dilakukan oleh para ulama terdahulu.

Hal ini dilakukan untuk memperole gambaran menyeluruh tentang lafazh maupun urutan ayat-ayatnya. Agar lebih mudah dalam proses menghafalnya, maka selama proses bin-nazhar ini diharapkan calon hafizh juga mempelajari dari ayat-ayat tersebut.

 

  1. Tahfizh

Yaitu menghafal sedikit demi sedikit ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dibaca beulang-ulang secara bin-nazhar tersebut. Misalnya menghafalakan satu baris, beberapa kalimat, atau sepotong ayat pendek sampai tidak ada kesalahan . setelah satu baris atau beberapa kalimat tersebut sudah dapat dihafal dengan baik, lalu ditambah dengan merangkai baris atau kalimat berikutnya sehingga sempurna. Kemuadian rangkaian ayat ayat tersebut diulang kembalisampai benar-benar hafal. Setelah satu ayat dihafal dengan lanvcar kmeudian pindah ke ayat berikutnya. Untuk merangkaikan hafalan urutan kalimat dan ayat dengan benar, setiap selesai menghafal ayat berikutnya harus sering diulang-ulang mulai dari ayat pertama dirangkaikan dengan ayat kedua dan seterusnya.

 

  1. Talaqqi

Yaitu menyetorkan dan memperdengarkan hafalan yang baru dihafal kepada guru. Guru tersebut haruslah seorang hafizh Al-Qr’an, telah mantap agama dan ma’riftanya, serta dikenal mampu menjaga dirinya. Proses talaqqi ini dilakukan untuk mengetahui hasil hafalan seorang calin hafizh dan mendapatkan bimbingan seperlunya. Seornag guru hafizh juga hendaknya yang benar-benar mempunyai silsilah guru sampai kepada Nabi mUhammad saw.

 

  1. Takir

Yaitu mengulang hafalan atau men-sima’-kan hafalan yang dihafalkan/ atau sidah pernah di-sima’-kan kepada guru tahfizh. Takrir dimaksudnkan agar hafalan yang pernah dihafal tetap terjaga dengan baik. Selain dengan guru,takrir juga dilakukan sendiri-sendiri dengan maksud melancarkan hafalan yang telah dihafal sehingga tidak mudah lupa. Misalnya pagi hari untuk menghafal ayat yang telah dihafalkan.

 

  1. Tasmi’

Yaitu memperdengarkan hafalan kepada orang lain baik kepaa perseorangan maupun kepada jamaah. Dengan tasmi’ ini seorang penghafal Al-Qur’an akan diketahui kekurangan pada dirinya, karena bisa saja ia lengah dalam mngucapkan huruf atau harakat. Dengan tasmi’ seseorang akan lebih berkonsentrasi dalam hafalan.

 

Metode yang dienal untuk menghafal Al-Qur’an ada tiga macam :

  1. Metode seluruhnya, yaitu membaca satu halaman dari baris pertama sampai baris terakhir secara berulang-ulang sampai hafal.
  2. Metode bagian, yaitu orang menghafal ayat demi ayat atau kalimat demi kalimat yang dirangkaikan sampai satu halaman.
  3. Metode campuran, yaitu kombinasi antara metode seluruhnya dan metoe bagian. Mula-mula dengan membaca satu halaman berulang-ulang., kemudian pada bagian tetrtentu dihafal tersendiri . kemudian berulang-ulang kembali secara keseluruhan.

 

About

Check Also

Berkah Ramadhan tanah Palestina

Berkah Ramadhan di Tanah Palestina

Menimba Berkah Ramadhan di Tanah Palestina oleh : Habibah Auni    Pada suatu senja yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *