Menumbuhkan Keinginan Hidup Bersama Al-Qur’an part I

al quran

Menumbuhkan Keinginan Hidup Bersama Al-Qur’an. Dianjurkan Ghibtah (Mendambakan)Setiap orang beriman wajib merenungi hadits ini, agar dirinya menyadari

Menumbuhkan Keinginan Hidup Bersama Al-Qur’an part I

Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah iri hati kecuali menginginkan dua kenikmatan: kenikmatan Al-Qur’an yang diberikan Allah kepada seorang laki-laki, kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang. Dan seorang laki-laki yang Allah berikan kepadanya harta dan ia menginfakkannya sepanjang malam dan siang.” (Muttafaqun alaih)

Dianjurkan Ghibtah (Mendambakan)

Setiap orang beriman wajib merenungi hadits ini, agar dirinya menyadari kadar keimanannya kepada Allah SWT dan hari akhirat. Sekaligus menyadari mana yang lebih besar kadar kecintaannya, apakah kepada kehidupan dunia atau kepada kehidupan akhirat. Manakah yang lebih dominan diantara keduanya? Mereka yang terlalu dalam cintanya terhadap kehidupan dunia tentu tidak akan tertarik dengan dua kenikmatan yang tercantum dalam hadits di atas.

Dalam hadits di atas, Rasulullah SAW memberikan arahan bahwa hasad (dengki) tidaklah diperkenankan kecuali untuk dua hal: orang yang intensif bersama Al-Qur’an dan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT. Memiliki keinginan yang kuat terhadap dua hal di atas menunjukkan kadar kecintaannya pada Allah SWT dan hari kiamat. Para ulama menyebbut keinginan ini sebagai ghibtah (menginginkan nikmat yang dimiliki oleh orang lain dalam hal kebaikan).

Hadits di atas memberi peringatan agar jangan sampai orang yang beriman tidak memiliki keinginan untuk hidup intensif bersama Al-Qur’an yang menjamin kehidupan yang penuh rahmat dan berkah dari Allah SWT. Karena pasti akan menderita kerugian yang sangat besar baik di dunia apa lagi di akhirat. Jangan pula orang beriman tidak memiliki keinginan untuk menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT. Keengganan untuk berinfak, berdampak pada kecintaan yang berlebihan terhadap harta dan dunia, yang tidak kekal serta dapat menyengsarakan kehidupannya di akhirat.

Tengoklah diri kita saat melihat seorang yang diberi kehidupan dunia berupa harta yang melimpah. Bagaimana perasaan kita? Wajar jika kita mendambakannya, selama tidak melupakan kehidupan akhirat, karena mendambakan harta adalah mendambakan sesuatu yang tidak abadi, sedangkan merindukan Al-Qur’an, mendambakan sesuatu yang abadi.

Baca juga : Jadilah Ahlul Qur’an

Tetapi bagaimana perasaan kita saat melihat saudara kita yang diberi karunia Al-Qur’an? Jangan sampai kita tidak memiliki keinginan untuk mengikuti jejaknya. Karena kondisi ini mengindikasikan bahwa kita belum memahami besarnya nilai kenikmatan ber-Al-Qur’an dan sesuatu yang abadi bagi manusia. kalau keinginan saja tidak ada, bagaimana mungkin kita akan berdoa meminta kepada Allah SWT, apalagi melakukan aksi untuk mendapatkan dua kenikmatan di atas.

Mereka yang tidak mempunyai keinginan terhadap dua kenikmatan di atas, berarti dirinya telah menjadi orang yang sangat terlena dengan kehidupan dunia. Atau tidak memiliki kepedulian untuk kehidupan masa depannya, yakni kehidupan akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1-2)

Upaya Menumbuhkan Ghitbah

Supaya dapat memiliki keinginan terhadap kenikmatan di atas, maka kita harus membekali diri dengan:

  • Ilmu syar’I terutama kandungan Al-Qur’an, walaupun tidak mendalam, sehingga menjadikan kita merasakan kemuliaan Al-Qur’an dan nilainya yang tinggi.
  • Mengenal Allah SWT melalui ayat-ayat-Nya dengan lebih mendalam dengan cara yang variatif, seperti dzikir, sholat, menghadiri kajian-kajian Al-Qur’an, dan merenungi isi Al-Qur’an.
  • Membaca sirah kehidupan Rasulullah SAW dan haditsnya, sehingga kita dapat mengenal beliau, bagaimana sikapnya dalam memuliakan Al-Qur’an dan orang-orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an.
  • Mengenal Al-Qur’an lebih dalam tentang keutamaannya, baik dalam kehidupan dunia, terlebih dalam kehidupan akhirat, agar kita menyadari bahwa kehidupan akhirat harus lebih dipersiapkan.

 

Baca juga : Do’a Ibu yang Menguatkan

 

Dikutip dari Ya Allah.. Jadikan Kami Ahlul Qur’an karya Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *