Khusyu’ Dalam Shalat

Khusyu’ dalam shalat

Ada beberapa kiat khusyu’ dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para
ulama dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan
tata cara shalat. Berikut kami sampaikan tulisan yang dikutip dan diramu dari
buku “Kaifa Naksya’u  Ash-Shalah”- oleh Fauzan Ahmad az-Zumari – cetakan
Darul Basyair al-Islamiyah – Beirut – Libanon.

Vitalitas shalat di antara sekian banyak ragam ibadah adalah aksioma yang
sudah mengakar dalam aqidah dan keyakinan seorang mukmin. Betapa tidak?
Allah berrman tentang shalat dua kali, dalam deretan syarat keberuntungan
mukmin di hadapan Allah yaitu pada awalnya:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman; Yaitu orang-orang
yang khusu’ dalam shalatnya…” sampai akhir ayat: ” …Yaitu
orangorang yang selalu melihara shalat-shalat mereka…’ (alMukminun: 1-9)
Firman Allah yang artinya:

“Kemudian, Allah menganugerahkan bagi mereka Jannah Firdaus nan
abadi.” (al-Mukminun: 10)
Dengan shalat, pribadi mukmin dapat menggapai puncak kebahagian tertinggi,
sebagaimana tersebut di atas; dan jika serampangan menunaikannya, seorang
mukmin juga bisa terperosok ke jurang Wail di Narr Jahannam. Allah berfirman:

 

Baca juga: Ilmu Pengetahuan

 

“Maka Narr Wail bagi mereka yang shalat; yaitu orang-orang yang
melalaikan shalatnya itu..” (al-Ma’un: 3-4)
Melalui shalat, seorang mukmin dapat mengentaskan tabi’at buruk manusia yang
tak mau susah, tapi juga tak tahu di untung. Allah berrman:
“Sesunguhnya manusia diciptakan dalam keadaan keluh kesah lagi
kikir; apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah; dan pabila
ia mendapat kebaikan ia amat kikir; melainkan orang-orang yang
shalat.’ (al-Ma’arij: 19-21)

Shalat adalah media efektif untuk mengerem manusia dari berbagai perbuatan
maksiat dan kemungkaran:
Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu (dapat) mencegah
perbuatan keji dan mungkar. (al-Ankabut: 45)
Sebagai makhluk sosial, manusia juga pasti dilingkungi oleh komunitas hidup
yang akrab dengan beragam problematika. Ketabahan jiwa menghadapi berbagai
persoalan menjadi senjata ampuh menuju kebahagiaan hidup; pamungkas nya?
Bagi seorang mukmin, tentu saja hubungan yang menyeluruh dan berkwalitas
dengan Sang Maha pencipta, yang tak lain adalah shalat:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(al-Baqarah: 153)

Gelombang kehidupan yang terkadang bergolak amat keras juga seringkali
mengombangambingkan seorani mukmin antara ketaatan dan kemaksiatan.
Kitabullah sebagai pegangan, haruslah kita pelihara dengan sekuat tenaga.
Salah satu di antara kiat jitu melanggengkan sikap konsistensi kita berpegang
kapada hukum ilahi adalah dengan memperbaiki kualitas shalat:
“Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab (Taurat)
serta mendirikan shalat, (akan Kami beri pahala) karena
sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang
mengadakan perbaikan.” (al-A’raf: 170)

Kunjungi juga instagram kami di @generasiquran.ihya

You may also like...