Friday , July 30 2021

Cara Menghafal Al Qur’an ala Ustadz Yusuf Mansur

Sebelum kita membahas bagaimana metodologi Ust.Yusuf Mansur dalam menghafal Al Qur’an, terlebih dahulu kita harus mengerti betul tentang prinsip pokok menghafal Al Qur’an dan bagaimana agar menghafal Al Qur’an itu menjadi sebuah keasyikkan dan bukan menjadi beban.
  1. Do’a

Sebelum masuk kedalam langkah kongkrit (metode menghafal), kita harus memahami terlebih dahulu Al Qur’an itu sesungguhnya milik siapa? Kenapa dia diturunkan di dunia? Dengan mengetahui hal ini, maka kita akan lebih semangat dalam menghafal. Dan tentu kita juga harus berdo’a, semoga Allah karuniai kita kemudahan dan kelancaran dalam mengahafal Al Qur’an.

  1. Niat

Sesungguhnya niat ini menjadi sangat penting. Untuk apa kita menghafal Al Qur’an? Apakah hanya supaya dianggap sebagai penghafal Al Qur’an? Ataukah murni karena Allah semata?Sebaiknya kita perlu meluruskan niat untuk meluruskan niat untuk melakukan tugas mulia ini, agar Allah limpahkan berkah.

  1. Mengetahui fadhilah sehingga akan mencintai Al Qur’an

Sangat yakin, bahwa tanpa mengetahui fadhilahnya, maka proses menghafal akan menjadi kering dan tanpa semangat.

Kata Yusuf Mansur :

“Membaca dan mengahafal Al Qur’an itu obarat membangun gunung emas. Setiap huruf yang dibaca akan masuk kedalam kantong-kantong kita yang nilainya bahkan lebih besar dari gunung itu sendiri.Subhanallah”

  1. Punya Target

Sebaiknya dalam menghafal , kita memiliki target. Semisal dalam setahun ini kita punya target harus bisa hafal 1 juz.

  1. Ditemani dengan amalan unggulan

Untuk mendapatkan keberkahan dan cintanya Allah, kita perlu menambahkan amal-amal unggulan (puasa, tahujud,sedekah) sehingga dimudahkan untuk mengahafal Al Qur’an.

Setelah mengetahui prinsip pokok dalam menghafal Al Qur’an, sekarang kita bisa lanjut ke dalam langkah-langkah kongkrit atau metodologi:

  1. Mushafnya jangan diganti-ganti

Karena struktur dan tampilan halaman terkadang berbeda-beda tiap penerbit, pastikan kita menghafal dengan mushaf yang sama sampai selecek-leceknya. Karena kita menghafal itu sebenarnya mirip dengan memotret gamabar ke dalam memori. Sehingga bentuk mushaf itu akan mempengaruhi struktur hafalan kita di memori otak.

  1. Satu ayat / satu baris  diulang sebanyak 20 kali.

Banyak sekali orang yang tidak dikaruniai kemampuan menghafal. Ketika kita mengahafal lama, sejatinya kita sedang berinteraksi dengan Al Qur’an. Maka dengan mengulang-ulang pembacaan sebanyak 20 kali, diharapkan hafalan akan semakin kuat.

  1. JIka ayatnya panjang, maka bisa dibagi menjadi beberapa penggalan, dimana tiap penggalantersebut diulang kembali sebanyak 20 kali.

Insya Allah dengan cara ini diharapkan proses mengahafal menjadi lebih mudah dan nikmat. Perlu diingat bahawa proses menghafal Al Qur’an dengan cepat itu bukanlah prestasi, yang paling penting adalah bagaimana kebersamaan kita dengan Al Qur’an. Masalah hasil, Allah yang tentukan, kita sebagai hamba hanya bisa berusaha saja. Keep spirit ya!!!!

About

Check Also

QURBAN SAMBIL WAKAF

QURBAN SAMBIL WAKAF bersama WAQFAH Ihya Ul Ummah ” Dirikanlah shalat dan ber qurban lah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *