Friday , July 30 2021

Agenda Diniyah Remaja – Santri RQIU

Diniyah Remaja

Mengenal Jenis-jenis Air untuk Bersuci

(Jakarta, 10 Maret 2017)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat

dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”

(Al Baqarah: 222)

Begitulah Islam, agama yang mulia, bahwa setiap hal dalam kehidupan telah ada aturan dan panduannya. Tiada yang luput bahkan dalam hal yang sekecil mungkin seperti bersuci dan menjaga kebersihan. Telah jelas Allah berfirman dan memberitahukan kepada hamba-hambanya bahwa Allah sangatlah mencintai orang-orang yang mensucikan diri. Oleh karena itu keindahan dan kebersihan mendapat perhatian tersendiri dalam ilmu fiqih, bahkan karena begitu pentingnya pembahasan tentang Thaharah (bersuci), para ulama Fiqih selalu menempatkan bab thaharah ini di awal pembahasan sebelum membahas bab tentang shalat, zakat, puasa, dan yang lainnya.

Melihat pentingnya pembahasan tentang Thaharah, Muslimah Ihya Ul Ummah menjadikan tema ini sebagai bagian dari materi pada agenda Diniyah Remaja.

Ilmu Fiqih merupakan ilmu yang mempelajari tatacara dalam beribadah sehingga penting bagi setiap Muslim untuk mempelajarinya. Dengan mengetahui tatacara beribadah maka kita akan mampu menjalankan ibadah sesuai dengan hukum-hukum yang disyariatkan dan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Begitulah pengantar yang disampaikan oleh Kak Atika Fitri ketika membuka pertemuan Diniyah Remaja pekan lalu. Menurutnya, hendaknya, ilmu fiqih khususnya fiqih Thaharah ini telah dipelajari sejak usia kanak-kanak, utamanya diusia remaja menjelang baligh sehingga ketika usia mereka sudah baligh mereka mampu menjalankan ibadah sesuai dengan kaidahnya.

Ada 4 jenis air dalam bersuci yang wajib untuk diketahui yaitu:

  1. Air Mutlak yaitu air yang belum mengalami proses apapun.
  2. Air Musta’mal yaitu air yang telah digunakan (air bekas pakai).
  3. Air yang bercampur dzat suci.
  4. Air yang bercampur najis.

Selanjutnya Kak Atika menjelaskan tentang hukum dari jenis-jenis air tersebut dan memberikan contoh dari setiap jenisnya.

  1. Air Mutlak yang memiliki hukum suci dan mensucikan, contohnya adalah, air hujan, salju, embun, air laut, dan air zam-zam.
  2. Air Musta’mal seperti air sisa wudhu dan air sisa mandi yang memiliki hukum suci dan mensucikan.
  3. Air yang bercampur dengan dzat suci, yaitu memiliki hukum suci dan mensucikan selama masih dalam kategori air mutlak (tidak merubah nama air tersebut) misalnya air yang tercampur dengan tepung, selama air tersebut tidak dikatakan air tepung karena banyaknya tepung yang tercampur di dalamnya maka air tersebut masih dapat digunakan untuk bersuci.
  4. Dan yang terakhir adalah air yang bercampur najis. Air ini memiliki 2 hukum, apabila najis yang tercampur dalam air tersebut merubah salah satu dari rasa, warna, atau bau maka sesuai ijma ulama air tersebut tidak bisa digunakan untuk bersuci. Sedangkan apabila tidak merubah salah satu dari ketiga unsur tersebut maka air tersebut dihukumi air suci dan mensucikan.

Setelah mendapat penjelasan seputar jenis-jenis air, pembahasan dilanjutkan dengan pengenalan najis dan hukum-hukumnya. Selama berlangsungnya acara Para peserta diajak untuk aktif  bertanya dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri di sela-sela pembahasan.

Muslimah Ihya Ul Ummah sebagai penggagas acara ini berharap agar remaja putri binaan Yayasan Ihya Ul Ummah dapat menambah wawasan keagamaan mereka disetiap pertemuan rutin yang diadakan dua pekan sekali.

Selesai acara ditutup dengan memberikan susu kepada peserta yang mampu menjawab tantangan soal yang dberikan oleh Ka Atika. Dan yang berhasil mendapatkan hadiah susu tersebut pada pertemuan kali ini adalah Ananda Murni dan Ananda Ummu Habibah. Barakallahu ya dek semoga kalian semua tetap semangat dalm menuntut ilmu. Keep Hamasah!

Jangan lupa malam ini kita ada Diniyah Remaja lagi ya, untuk kelas IX-XII, datang yah, kita belajar lagi 🙂

 

Penulis: Fitri Atika

About

Check Also

Ngaji From Home

Alhamdulillah Rabu, 10 Juni 2020. Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah Qur’an Ihya Ul Ummah kembali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *