Untuk Apa Allah SWT Menciptakan Serangga?

Untuk Apa Allah SWT Menciptakan Serangga?

Apabila kita memerhatikan alam semesta ini, kita pasti akan menemukan kenyataan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu disertai dengan “penyakit” yang memusuhi dan merusaknya.

Allah menciptakan kapas dan bersamaan dengan itu diciptakan juga ulat kapas.

Allah menciptakan tanaman dan bersamaaan dengan itu pula diciptakan juga belalang.

Allah menciptakan gigi dan juga gegat untuk merusaknya. Allah menciptakan mata, tapi juga menciptakan penyakit radang mata.

Allah menciptakan hidung dengan influenza sekaligus.

Allah menciptakan buah-buahan beserta makhluk yang mampu membuat buah menjadi busuk. Allah menciptakna besi juga karatnya.

Allah mencipatakan manusia dan bersamaan dengan itu diciptakan juga pasukan musuh yang memiliki potesi membunuh, seperti kutu busuk, kutu kudis, nyamuk, lalat, ulat, kuman, lepra, typus, kolera, dll.

Allah tidak pernah menyembunyikan kenyataan-kenyataan tersebut, bahkan Ia menyatakannya dengan tegas di dalam Kitab Suci-Nya, bahwa kesemuanya itu adalah persoalan yang telah menjadi kehendak-Nya dan mempunyai tujuan. Allah telah berfirman:

Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah” (QS. Al Balad: 4)

Yakni, bahwa manusia diciptakan Allah dalam keadaan selalu mengahadapi jerih payah dan berbagai penderitaan. Allah tidak menghendaki dunia ini menjadi tempat kebahagiaan dan kesejahteraan, melainkan Dia menghendakinya supaya menjadi tempat yang penuh dengan kesukaran, perjuangan, penderitaan, dan tarik menatik diantar sesuatu yang berlawanan. Allah hendak menguji dan kemudian memenangkanya dari lawannya, menghadapkan segala sesuatu dengan lawannya.

 

Baca juga: Al Qur’an dan Fakta Sejarah

Mungkin ada orang yang berfikir kacau sehingga membayangkan seolah-olah Allah swt., berlaku dzalim karena menciptakan manusia dalam keadaan serba payah, diserang berbagai penyakit, kuman dan serangga serta diantara sesama manusia sendiri satu sama lain saling menguasai.

Yamg benar ialah, bahwa disamping Allah menciptakan obat-obatan, baik yang berasal dari sumber-sumber mineral, tumbuh-tumbuhan, maupun unsur lainnya yang ada di bumi, di bawah telapak kaki kita. Di atas semua itu Allah telah menciptakan akal bagi manusia untuk mencari petunjuk dan mencari penemuan-penemuan tentang sesuatu hingga kita dapat mengetahui bagaiman cara meyembuhkan penyakit dan menjadi sehat kembali.

Allah menciptakan bisa (racun) dan antiracun (penyembuhan) namun zat yang berbahya itu mengandung sesuatu yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia, karena racun dn kuman-kuman itu mendorong jaringan sel-sel hidup untuk berkumpul  guna menolak cengkraman suhu-dingin darah terhadap jaringan-jaringan pembuluh.

Hukum alam bekerja dan hukum Allah pun berjalan terus-menerus secara diam-diam memlihara keseimbangan secara menakjubkan dan tak mungkin dapat dilakukan oleh manusia; sehinnga yang lemah berubah menjadi kuat dan yang kuat menjadi lemah.

Contoh seperti itu dapat kita jumpai di alam serangga, alam nabati, alam manusia dan alam semesta. Manakala populasi serangga sudah sedemikian banyak hingga melampaui batas rata-rata keseimbangan makhluk lain, Allah menciptakan musuh alamiah yang melahapnya hingga tercapai kembali keseimbangan makhluk hidup dan agar semua makhluk yang lain memperoleh kesempatan hidup secukupnya.

 

Sumber : Menangkap Isyarat Qur’an by Mustafa Mahmud

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *