Tobat dari Perspektif Kalam Ilahi

Apakah sahabat pernah melakukan kemaksiatan ?

Apakah sahabat sudah bertobat dan meninggalkan kemaksiatan tersebut dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi ?

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 37 :

فَتَلَقَّى آَدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari tuhannya, Maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 37)

Diantara rahmat Allah dan kelembutan-Nya terhadap Adam dan keturunannya bahwa Dia Mengajarkannya “Kalimat” yang mendatangkan rahmat dan pengampunan. Yaitu “kalimat” pengakuan dosa, pengikraran keinginan untuk bertobat, dan meminta ampun. Dalam hal ini tampaklah keutamaan istighfar (memohon ampun). Dosa terkadang membawa maslahat besar bagi seorang hamba jika dia mau bertobat dan kembali dari jurang kehancuran, disertai rasa penyesalan dan kesungguhan untuk taat kepada-Nya, disertai isak tangis, rasa takut, serta rendah diri (tawadhu).

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 160 :

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: “Kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah aku menerima tobatnya dan akulah yang Maha Menerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 160)

Baca juga : Kelelahan Yang Membahagiakan

Yaitu, kecuali orang-orang yang kembali dari perbuatan tercela yang pernah mereka lakukan, bertobat dari perbuatan yang berlebihan, menyesal dan memohon ampun kepada Tuhan mereka, memperbaiki apa yang pernah mereka rusak serta menunjukkan kesalahan yang mereka sembunyikan. Mereka adalah orang – orang yang diterima tobatnya oleh Allah, dibersihkan dosanya, dan diampuni kesalahannya. Karena Allah Maha Penerima Tobat, dia memberi ampun kepada hamba-hamba-Nya ketika mereka bertobat, dan menjawab dengan kebaikan ketika mereka kembali. Karena Allah Maha Penyayang, dia tidak menghitung dosa hamba yang bertobat, bahkan mengasihinya dan memberinya rahmat.

 

Author : Muhammad Nurdin

Sumber tulisan : Tak Ada Kata Terlambat Untuk Bertobat (Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *