Sekali Hafal Tidak Boleh Lupa Selamanya

Memiliki hafalan Al-Qur’an adalah nikmat Allah yang sangat luar biasa besar, berapa pun banyaknya, lebih-lebih jika hafal 30 juz. Nikmat tersebut wajib kita syukuri, sebagaimana kewajiban kita untuk bersyukur atas semua nikmat-nikmat Allah yang lain. Sebaliknya, menyia-nyiakan atau tidak mensyukuri nikmat Allah adalah suatu perbuatan dosa.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim : 7)

Mensyukuri nikkmat hafalan Al-Qur’an adalah dengan senantiasa menjaganya dan tidak menyia-nyiakan selamanya. Karena, ketika seseorang telah diberikan nikmat hafalan Al-Qur’an, maka ia akan ditanya oleh Allah di akhirat kelak atas nikmat tersebut, sebagaimana juga nikmat-nikmat yang lain :

“Kamudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu (hari akhir) tentang kenikmatan” (QS. At-Takatsur : 8)

Baca juga : Adanya Dua Masjid di Dalam Satu Wilayah

Hilangnya hafalan juga merupakan suatu musibah yang besar. Adh-Dhahak bin Mazhim berkata, “Tidaklah seseorang yang belajar Al-Qur’an lalu dia melupakannya, kecuali karena dosa yang diperbuatnya. Karena Allah berfirman ‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, itu disebabkan oleh perbuatanmu sendiri’ (QS. Asy-Syura : 30). Dan sesungguhnya melupakan Al-Qur’an merupakan musibah yang paling besar”

Anas bin Malik mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda : Ditampakkan kepadaku dosa-dosa umatku, maka aku tidak melihat dosa yang lebih besar daripada suatu surat Al-Qur’an atau suatu ayat yang diberikan kepada seseorang, lalu dia melupakannya” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud).

Prinsipnya ketika seseorang telah hafal sebagian atau seluruh Al-Qur’an, ia tidak boleh melupakan selamanya. Dalam hal ini, lupa ada dua macam :

  1. Lupa yang timbul karena ketergantungan hati pada perkara-perkara duniawi dan sibuk dengannya, hingga hal tersebut menjadikan ia mengabaikan muroja’ah Al-Qur’an dan meninggalkan tilawah, inilah yang tercela dan mendapat ancaman.
  2. Lupa yang tidak timbul karena keteledoran dan pengabaian, akan tetapi muncul karena usia yang lanjut dan melemahnya ingatan, atau karena suatu darurat atau uzur yang syar’i. Ini insyaAllah tidak masuk dalam ancaman diatas.

Dengan kata lain, lupa dan melupakan adalah dua hal yang berbeda. Lupa adalah hal yang wajar dan sangat mungkin terjadi secara tiba-tiba tanpa kita sengaja, walaupun kita terus-menerus berusaha menjaganya dengan cara yang sebaik-baiknya. Namun melupakan adalah suatu kesengajaan karena sikap keteledoran kita. Yaitu ketika kita sengaja tidak mengulang-ulang hafalan, tidak berusaha memeliharanya dengan baik, salah dalam menjaganya, muroja’ah yang masih sangat minim sekali dan semacamnya. Ketika seseorang dengan ringan mengatakan, “Biarin deh hilang”, “Ah gak apa-apa”, “hilang juga gak rugi”, “ah cuek saja”, “emang gue pikirin” dan sebagainya. Inilah bentuk sikap menyia-nyiakan nikmat Allah yang besar berupa hafalan Al-Qur’an.

Sangat disayangkan, banyak orang dengan mudah bahkan bangga mengatakan “Dahulu kala hafalan Qur’an saya lumayan banyak lho!”, “Dulu saya hafal surat ini dan itu”, “dulu saya hafal sekian juz”, “kalau surat itu dulu saya sih pernah hafal” dan seabrek kata-kata nostalgia lainnya.

Karena untuk menjaga hafalan kita harus terus melakukan muroja’ah, maka muroja’ah hafalan adalah amal sepanjang hayat. Selama aktivitas muroja’ah terus kita lakukan dengan baik, insyaAllah hafalan Al-Qur’an kita akan teteap terjaga. Hafalan Al-Qur’an juga bisa menjadi kontrol yang sangat  efektif terhadap kondisi ruhiyah kita. Kita cukup bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana kabar hafalan Al-Qur’an saya hari ini?”

Dengan tekad sekali hafal tidak boleh lupa selamanya, maka tenaga, waktu, pikiran, kemudahan, dan alasan kita untuk muroja’ah dan menjaga hafalan Al-Qur’an senantiasa ada, insyaAllah.

 

Sumber : Agar Sehafal Al-Fatihah, Arham bin Ahmad Yasin, Lc, MH, Al-Hafizh

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *