Rahasia Ilahi Bukanlah Tujuan Utama Seorang Pembelajar

“Di saat tekad seorang salik ingin berhenti pada apa yang tersikap baginya, suara-suara hakikat pun memperingatkannya, ‘Yang kau cari ada di depanmu!’ Dan di saat pesona alam tampak menggoda, hakikat-hakikatnya pun berujar, ‘Kami hanyalah ujian maka jangan kau kufur!’” (QS. Al-Baqarah : 102)

Tekad seorang Salik (peniti jalan menuju Allah) tidak akan berhenti setelah mendapatkan ma’rifat, rahasia, dan cahaya-cahaya Ilahi. Ia tidak akan memandang bahwa ma’rifat, ahwal dan maqam yang telah diraihnya merupakan tujuan utama dan akhir dari perjalannya. Bisikan-bisikan hakikat Ilahi akan menyeru hatinya agar tidak berhenti sampai di situ, “Karena apa yang kau cari ada di depanmu!” Apa yang dicari dan diinginkan seorag salik adalah “sampai kepada Tuhannya”, bukan sampai kepada sesuatu selain-Nya.

Saat dunia menebar pesonanya, ia akan berseru dengan suara yang tak kau dengar, “Kami hanya ujian dan cobaan maka jangan kau tertipu oleh kami dan jangan berhenti sampai di sini. Jangan jadikan dirimu budak kami sehingga kau akan terhalang dari Allah karena sekap semacam ini sama saja dengan kufur terhadap nikmat Tuhan Pemberi nikmat.”

Syukur atas nikmat Tuhan diwujudkan dengan cara menemui dan mendatangi Tuhan Yang Memberi nikmat, sedangkan sikap berpaling dari nikmat, namun di saat yang sama tetap menikmati nikmat tersebut, adalah cerminan sikap tidak tahu diri di hadapan Tuhan. Semoga kita tidak termasuk dalam golongannya.

Baca juga : Tidak Mencampuri Urusan Allah

 

Dikutip dari Al-Hikam karya Ibnu Atha’Illah As-Sakandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *