Jika Kita Enggan, Maka Al-Qur’an Pun Enggan

“Demi angin yang menerbangkan debu dengan kuat. Dan awan yang mengandung hujan. Dan kapal kapal yang berlayar dengan mudah. Dan malaikat yang membagi-bagi urusan. Sesungguhnya apa yang di janjikan kepadamu pasti benar. Dan sesungguhnya hari pembalasan pasti terjadi. Demi langit yang mempunyai keindahan, sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat. Dipalingkan daripadanya (Al-Quran) orang yang dipalingkan.” ( Qs Adz-Dzariyat: 1-9 )

 

Jangan menjauh dari Al-Quran, agar Al-Quran tidak menjauh darimu

Bila kita jauh dari Al-Quran, berhari-hari, berpekan-pekan, berbulan-bulan apalagi bertahun-tahun, sudah seharusnya kita merasa sedih. Karena menurut ayat di atas, sesungguhnya yang terjadi adalah Al Quran sedang menjauhi anda, disebabkan anda yang memulai menjauh dari Al Quran. Jadi jangan salah beranggapan bahwa jauh dekatnya manusia dari Al-Quran, hanyalah masalah mau atau tidak, namun sesungguhnya juga terkait dengan hidayah dan pertolongan dari Allah kepada hambanya. Mereka yang tidak dapat pertolongan dari Allah, tidak akan termudahkan untuk dekat dengan kitab sucinya.

Baca juga : Hambatan – Hambatan dalam Menghafal Al-Qur’an

Penyebab Menjauhnya Manusia dari Al Quran

Mengapa ada manusia yang menjauh dari Al-Quran, sehingga Al-Quran menjauhinya? Penggalan ayat di atas fokus kepada kepastian adanya hari akhir, sehingga manusia yang lemah keimanannya terhadap hari akhirat, akan lemah pula kedekatannya dengan Al Quran.

Kelemahan keimanan kepada hari akhir disebabkan karena keengganan manusia untuk menggali ilmu pengetahuan yang telah disediakan Allah Subhana Wata’ala, baik dari Al-Quran maupun dari hadits, yang sangat luas menjelaskan suasana kehidupan akhirat. Jangankan diri kita sebagai manusia biasa, Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam pun, kalau saja bukan karena wahyu Allah Subhana Wata’ala, beliau tidak akan mengetahui isi Al-Quran dan hal hal lain yang harus diketahui dan diimani. Allah berfirman :

“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu Al-Quran dengan perintah kami. Sebelumnya kami tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al-Quran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia, siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan Allah yang kepunyaannya segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Ingatlah bahwa kepada Allah lah kembali semua urusan” (QS. Asy-Syuro : 52-53)

Inilah salah satu fungsi Al-Quran dalam kehidupan manusia, agar menjadi cahaya bagi manusia yang sedang dalam kehidupan yang gelap. Sungguh musibah besar bagi manusia yang dijauhi Al-Quran. Agar kita terhindar dari musibah besar tersebut, dalam surat Ad-Dzariyat menjelaskan fenomena menjauhnya Al Quran dari kehidupan manusia.

 

Yakini Al Quran, Maka Akan Yakin Dengan Kehidupan Akhirat

Perhatikanlah sumpah-sumpah Allah Subhana Wata’ala di atas. Berapa kali Allah bersumpah? Lima kali Allah bersumpah, untuk memastikan bahwa negeri akhirat dengan semua peristiwanya adalah keniscayaan yang akan dialami manusia. Sedangkan rujukan untuk mengetahui hari akhirat dan meyakini peristiwa-peristiwanya, tidak ada lain adalah Al-Quran. Jadi siapa yang yakin dengan Al-Quran pasti yakin dengan kehidupan akhirat.

Oleh karena itu Allah Subhana Wata’ala menyebut Al-Quran sebagai rahmat. Artinya betapa luar biasanya kasih sayang Allah subhana Wataala kepada hamba-hambanya. Agar manusia bahagia hidup diakhirat, tidak dibiarkan tanpa penjelasan. Bahkan berbagai macam sarana disediakan, agar manusia jangan sampai sedangsara di akhirat, karena kesengsaraan disana, adalah kesengsaraan yang abadi.

 

Petunjuk Allah, Agar Manusia Meyakini dan Mempersiapkan Kehidupan Akhirat

Untuk itu Allah Subhana Wa Ta’ala sediakan lima daya dukung agar manusia meyakini dan mempersiapkan kehidupan akhiratnya :

  1. Allah Subhana Wa ta’ala utus para rasul dan anbiya untuk langsung menjelaskan kehidupan yang abadi ini. Mereka bersabar walaupun harus menerima perlakuan yang menghinakan dari manusia yang menentang dan menolak tugas mulia ini.
  2. Allah Subhana Wa ta’ala turunkan berbagai macam wahyu-Nya, terutama Al-Quran yang selalu di anjurkan untuk dikaji dan dibaca sepanjang masa.
  3. Allah Subhana Wa Ta’ala memberikan penjelasan melalui Rasulullah salallahu alaihi wassalam tentang keutamaan-keutamaan melaksanakan wahyu-Nya. Semua ini agar manusia mau mengkaji dan membaca Al-Quran..
  4. Allah Subhana Wa ta’ala muliakan hamba-hambanya yang aktif ikut mensosialisasikan dakwah tentang kehidupan akhirat kepada manusia, dengan pahala yang besar dan tidak terputus.
  5. Penjelasan-penjelasan yang sangat variatif agar manusia mau meyakini dan mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Misalnya : penjelasan Allah subhana wa ta’ala tentang keMaha Kuasaan-Nya dalam menciptakan alam semesta, Allah bersumpah berulang ulang dalam banyak surat dan lain sebagainya.

Begitu besarnya kasih sayang Allah Subhana Wata’ala, sehingga manusia benar benar dimotivasi sedemikian rupa untuk hidup bersama Al Quran demi kepentingan manusia itu sendiri. Maka jika manusia menolaknya, berarti ia menolak kebaikan Allah yang luar biasa.

Penolakan itu timbul dapat karena kesombongan, atau merasa mampu mengatasi sendiri kehidupannya di akhirat. Sudah sewajarnya jika dikatakan bahwa manusia seperti ini tidak layak untuk diakrabkan dengan Al Quran. Maka Allah Subhana Wata’ala tetapkan mereka sebagai manusia yang di jauhkan dari Al Quran. Di jauhkan dari segala-galanya : mengimani, membaca, mentadaburi, bahkan semua yang terkait Al Quran.

Tidakkah kita takut dan khawatir mengalami kondisi seperti itu ? Waspadalah. Ternyata saat manusia enggan hidup dengan Al-Quran, Al-Quran pun enggan hidup dengannya. Dampaknya adalah jauh dari hidayah Allah, selanjutnya sengsara di dunia dan di akhirat.

 

 

Sumber : Ya Allah Jadikan Kami Ahlul Qur’an, Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, LC.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *