Jawara Dari Asia Tenggara

Namanya Rifdah Farnidah, usianya 22. Ia masih belia dan ia bawa nama Indonesia cemerlang di panggung dunia. Rifdah baru kembali dari Yordania ikuti Musabaqah Hifdzil Quran sedunia dan meraih juara II. Hanya ia juara yang bukan berasal dari negara Timur Tengah.

Ya, Rifdah adalah seorang hafidzah yang mutqin. Al-Quran 30 juz ia hapalkan. Tahun lalu ia juara pertama MHQ nasional mewakili DKI Jakarta, kali ketiganya ia raih juara pertama MHQ tingkat nasional.

Semalam Rifdah kami undang ikut hadir dalam acara silaturahmi ulama di Balai Kota. Ia datang bersama ibundanya, dan pembimbingnya, Hj. Mutmainnah, dosen di Institut Ilmu Al Quran.

Di tengah acara, saya undang Rifdah maju. Di depan ia bacakan penggalan Quran, dari surah Al Hasyr ayat 18-24. Di ruang depan Balai Kota yang usia bangunannya dua abad, di ruang yang tak biasa jadi tempat dilantunkannya Al-Quran, puluhan ulama, habib, ustadz dan ustadzah hening, haru dan khusyuk menyimak lantunan ayat dari suara yang bening. Sebagian kita yang hadir mulai terlihat mengusap butiran air dari matanya.

Sesudah Rifdah selesai lantunkan penggalan Quran itu, Sheikh Khalid Al Hamoudi, tamu kehormatan kita malam itu, seorang ulama dari Mekkah, angkat bicara. Syaikh Khalid sampaikan kekaguman dan apresiasi kepada Rifdah. Lalu beliau umumkan, “Perkenankan saya sampaikan hadiah kepada Rifdah. Kami akan sepenuhnya fasilitasi Rifdah bersama kedua orangtuanya, juga ibu dosen pembimbing Rifdah beserta suaminya, untuk diberangkatkan ibadah haji. Saya akan tunggu dan sambut di Mekkah, di mana Rifdah dan rombongan akan menjadi tamu Allah, dan tamu kehormatan di mata saya.” Puluhan hadirin sontak bertakbir dan tahmid. Ruangan bergema, hati tergerak, mata membasah.

Belum selesai, Sheikh Khalid lanjutkan, “Saya punya dua anak perempuan yang juga hafidzah dan sudah lancar tilawah Quran dalam berbagai qiroat. Kini saya punya tiga anak perempuan, Rifdah saya angkat menjadi anak perempuan saya yang ketiga.” Tak ada hadirin yang tak terharu mendengarnya, puluhan pasang mata menitikkan airnya. Takbir dan tahmid bersahutan. Bangunan kokoh Balai Kota terasa bergetar.

Itulah sekelumit kisah penyambutan Rifdah semalam di Balai Kota.

*ABW

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *