Bertarung Dengan Semua Godaan

Sabar dan istiqomah

Sabar dan istiqomah adalah perintah umum dalam semua aktifitas ibadah, bahkan itu merupakan ujian kesengguhanseseorang dalam melakukannya . Allah berfirman:

“ Dan sesungguh nya kami akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) dan bersabar diantara kamu dan agar kami menyatakan (baik buruknya ) hal ihwalmu” ( QS. Muhammad : 31)

Rasullah bersabda :

“ Cara mengamalkan din yang paling dicintai Allah adalah yang orang nya konsisten atasnya “ (HR. Bukhori Muslim).

Baca juga : Siapa Yang Sungguh-Sungguh, Ia Akan Meraih Cita-cita

Demikian juga dalam aktifitas menghafal Al Qur’an, mujahadah saja tidakncukup jika tidak di barengi dengan sabar dan istiqomah, boleh jadi seseorang sangat semangat  dan sungguh-sungguh ketika memulai menghafal al Qur’an, tapi di tengah jalan tiba-tiba berhenti dan tidak melanjutkan lagi untuk menghafal Al Qur’an, kemudian untuk memulai nya berat lagi. Seseorang adakalanya, setelah mengikuti pelatihan penghafal Al-Qur’an, membaca buku kiat menghafal, atau terinspirasi oleh seseorang yang sukses menghafal Al-Qur’an, semangatnya berapi-api untuk menghafal, semangatnya sudah padam, akhirnya tidak jadi  menghafal. Semangat lagi, mau mulai lagi, padam lagi, tidak jadi lagi, kapan mulainya.

Atau seseorang sudah semangat mulai menghafal surat tertentu, sudah hampir selesai tiba-tiba berhenti dan tidak diteruskan atau diulang-ulang lagi. Sehingga hafalan yang sudah ada pun hilang. Berikutnya ketika muncul semangat lagi, dia hafalkan lagi surat tersebut, tapi belum selesai mandeg lagi, hilang lagi. Semangat lagi, berhenti lagi, hilang lagi. bila begini, kapan hafalnya?

Atau ketika sudah selesai menghafal surat tertentu, awalnya semangat untuk mengulang-ulang. Tapi kemudian berhenti dan tidak diulang lagi, akhirnya hafalan surat tersebut hilang. Saat semangat lagi, dia menghafal surat yang lain hingga hafal, lalu terhenti juga dan tidak diulang-ulang lagi, dan hilang hilang. Semangat lagi, hafal surat lain lagi, terhenti lagi, hilang lagi, dst. Ini namanya bukan menambah hafalan, tetapi mengganti hafalan.

Begitu juga ketika akan mengulang-ulang hafalan Al Qur’an seringkali di awal kita sengat tapi untuk seterusnya menjadi malas.

Itulah jalan para penghafal Al Qur’an tidak mudah penuh dengan cobaan tapi memang itulah sunnatullah karena surga itu tidak mudah diraih perlu kerja kerasn , sabar dan istiqomah.

 

 

Sumber : Agar Sehafal Al Fatihah

Karangan: Arham bin Ahmad yasin. LcM,Al hafizh

 

Ditulis kembali oleh Ustadzah Riyanah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *