Bahagia Dengan Sedekah

Rasa bahagia memang menjadi kebutuhan dari setiap hati manusia. Tentramnya jiwa dan damainya hidup merupakan tuntutan yang harus dan mesti dipenuhi. Bagaimana tidak, karena tanpa hati yang tenang maka hidup akan terasa resah, gelisah dan selalu merasa tidak nyaman dengan kehidupan bahkan ada juga yang sampai pada taraf bosan menjalani hidup.

Baca Juga : Mengetuk Pintu Langit

Seberapapun baik keuangan seseorang, sama sekali tidak menjamin kebahagiaan hidup, ketentraman hati dan kedamaian jiwanya. Banyak dan sedikit itu relatif, tergantung dari sisi sudut pandang mana kita menilai dan melihat.

Seringkali menjadi lupa bahwa sifat sederhana adalah merupakan salah satu langkah untuk bahagia. Bahkan tak jarang malah banyak sekali manusia yang menjadikan gengsi sebagai tolak ukur kebahagian. Padahal, seperti yang kita ketahui bersama bahwa gengsi tidak sama dengan harga diri. Namun tentunya, tidak setiap manusia menjadi seperti yang demikian.

Banyak juga yang mempunyai cara lain untuk meraih kedamaian hati, yang salah satunya adalah dengan membuat orang lain di sekitarnya bahagia. Banyak sekali terlihat wajah-wajah teduh nan anggun, tidak pernah sibuk menunjukkan kepada dunia bahwa dia seorang yang “punya”, namun jelas betapa banyak yang menjadi bahagia tersebab dia, dengan izin Allah.

Baca Juga : Profesi Tidak Menghalangi Untuk Menghafal Al-Qur’an

Merekalah orang-orang yang sudah paham betul dengan makna hadits berikut: “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkan namun tidak bisa.” (H.R. Bukhari)

Orang yang kaya sangat banyak, namun yang mampu menjadi pecinta sedekah masihlah sedikit sekali. Pecinta sedekah, merekalah manusia-manusia penikmat kebahagian. Alasan mereka bahagia begitu sederhana, yaitu dengan membahagiakan orang lain. Tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah, bahkan meski keuangan tengah sempit pun masih bisa bersedekah yang penting hatinya tulus ikhlas.

Untuk yang saat ini Allah titipkan banyak kelimpahan rezeki, jadilah manusia yang elegan dalam kesederhanaan, yang mampu menciptakan bahagianya sendiri dengan bersedekah. Bukankah rasa bahagia adalah kebutuhan? Maka berarti sedekah juga merupakan kebutuhan!

 

 

Jangan Lupa Kunjungi Muslima Ihya Ul Ummah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *