Agar Lebih Yakin Terhadap Kebenaran Al-Qur’an

Katakanlah: ‘Berita itu berita yang besar, yang kamu berpaling daripadanya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang Al mala ‘ul a’la ( Malaikat )itu ketika mmereka berbantah bantahan. Tidak di wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata. “(QS. Shad:67-70)

BUKTI KEBENARAN AL-QURAN

Siapapun yang ingin mengimani wahyu Allah Subhana Wa Ta’ala Al-quran dengan ikhlas dan keimanan yang dalam, niscaya Allah Subhana Wa Ta’ala akan menolongnya. Allah Subhana Wa Ta’ala akan berikan bukti-bukti yang mementik kekaguman terhadap kebenaran Al-Quran. Sebaliknya bagi mereka yang sejak awal membenci dan kufur terhadap Al-Quran, maka ia tidak akan menemukan hal yang dapat meyakinkan dirinya akan kebenaran Al-Quran. Walaupun bukti-bukti itu jelas-jelas sudah ada di depan matanya.

Ayat di atas, sebagaimana juga di jelaskan di awal surat albaqoroh, bercerita tentang penduduk langit yakni malaikat yang sedang berbicara berbantah bantahan tentang penciptaan manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini. Allah Subhana Wa Ta’ala menurunkan ayat ini untuk manusia yang masih enggan beriman terhadap Al-Quran, dan menuduh bahwa Al-Quran hanyala:h ucapan-ucapan Muhammad.

Baca juga : Cinta Kepadamu, Mempelajarimu Kemudian

Berikut kandungan dari surat Shod ayat 67-70 di atas:

Bahwa Al-Quran banyak memuat berita – berita besar.

Misalnya berita tentang peristiwa proses di ciptakannya nabi Adam as.,saat belum ada kehidupan di atas bumi. Betapapun hebatnya isi Al-Quran, tidak akan berdampak menjadi keimanan, selama manusia banyak yang masih berpaling dari Al-Quran.

Pengetahuan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam Tentang berita – berita besar itu.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam sampai mengetahui suasana keributan yang terjadi di antara malaikat karna sedang membincangkan penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Darimana Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dapat mengetahui hal – hal ini kalau bukan dari wahyu  Allah Subhana Wa Ta’ala ?

Maka sudah seharusnya manusia beriman kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam, yang telah diberi wahyu sebagai pemberi peringatan yang nyata.

Berikut naba’un adzim ( berita besar) yang lebih dahsyat. Yaitu ketika Allah Subhana Wa Ta’ala menjelaskan tahapan penciptaan manusia (Adam):

Tahap pertama:

Allah Subhana Wa Ta’ala ciptakan manusia dari tanah (turab)

Sesungguhnya misal ( penciptaan ) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”( seorang manusia ). Maka jadilah dia.”(QS. Ali imron : 59)

Tahap kedua:

Allah ciptakan manusia dari tanah basah (tiin)

“(ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat:”sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah. ( QS. Shad : 71 )

yang dibentuk (Shalshal min hamain masnun)

“Dan( ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering  (yang berasal) dari lumpur hitam yang di beri bentuk. “(QS. Alhijr : 28)

Tahap kelima:

Allah ciptakan manusia dari ( shalshal kal fakhhar )

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.”(QS. Ar-Rahman : 14)

Begitulah Allah Subhana Wa Ta’ala ceritakan tentang proses penciptaan manusia, sebuah informasi yang luar biasa (naba’un adziim).

Bagaimana mungkin Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam mengetahui semua ini, kalau bukan dari wahyu Allah Subhana Wa Ta’ala. Maka sudah seharusnya manusia ingat dan beriman kepada Allah Subhana Wa Ta’ala yang telah menurunkan Al-Quran. Bersyukarlah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, jika sudah memiliki keimanan terhadap Al-Quran. Sudah seharusnyalah ayat – ayat seperti di atas, semakin menambah keimanan kita terhadap Al-Quran.

 

 

Sumber :

Judul Buku : YA ALLAH JADIKAN KAMI AHLUL QURAN
Penulis : Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc.
Ditulis Kembali Oleh : Sunarti, S.Pd., Guru di Rumah Qur’an Ihya Ul Ummah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *