artikel, RQIU NewsTagged , , , , , , ,

Keistimewaan Al Qur’an

Kesitimewaan Al-Qur’an

Al-Qura’an adalah kitab suci yang terakhir diturunkan Allah SWT dengan perantara malaikat Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw., sebagai kunci dan kesimpulan dari semua kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah swt. kepada para nabi dan rasul yang diutus Allah sebelum Nabi Muhammad saw.

Al-Qura’an yang secara harfiah berarti ‘bacaan sempurna’ merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, karena tidak ada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulisan dan bacaan sekitar lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an.

Al-Qura’an terus dibaca oleh jutaan orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan huruf-hurufnya. Bahkan, dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja dan anak-anak.

Tidak ada bacaan seperti Al-Qur’an dalam perhatian yang diperolehnya, bukan hanya sejarah secara umum, tetapi ayat demi ayat baik dari segi masa, musim dan saat turunya, sampai kepada sebab-sebab serta turunnya.

Al-Qur’an dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya, tapi juga kandungannya yang tersirat, terusrat bahkan samapi kepda kesan yang ditimbulkannya. Semua ditunagkan dalam jutaan jilid buku, generasi ke generasi. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tak pernah kering itu, berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecendrungan mereka, namun semua mengandung kebenaran. Al- Qur’an layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dnegan sudut pandang masing-masing.

Al-Qur’an adalah risalah Allah SWT untuk setiap manusia. Banyak nash yang menunjukkan hal itu, baik dalam Al-Qura’an maupun dalam as-sunnah.

 

“Katakanlah, “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua…” ( Al –A’raaf:158)

 

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadipemberi peringatan kepada selurun alam (jin dan manusia)( Al-Furqan :1)

 

Maka tidak aneh apabila Al-Qur’an dapat memenuhi semua tuntutan kemanusiaan berdasarkan asas-asas pertama konsep agama samawi.

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Asy-Syuuraa:13)

 

Rasulullah juga telah menantang orang-orang Arab dengan Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa mereka dan mereka pun ahli dalam bahasa itu serta retorikanya. Namun mereka tidak mampu membuat apapun seperti Al-Qur’an atau membuat sepuluh surah saja, bahkan satu surah pun seprti Al-Quran. Maka terbuktilah kemukjizatan Al-Qur’an dan terbukti pula kesarulan Muhammad saw. Allah telah menjaganya dan menjaga pula penyampaiannya yang beruntun , sehingga tidak ada penyimpangan atau perubahan apapun.

Tentang malaikat jibril a.s yang membawa Al-Qura’an, maka terbuktilah kemukjizatan Al-Quran. Diantaranya dilukiskan,

“dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),” (Asy-syuaraa: 193)

 

Dan diantara sifat Al-Qur’an dan sifat orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an itu adalah,

 

“Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman (Allah, yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah, yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat), lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya, Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil, untuk menerangkan yang gaib.” (At- Takwir :19-24)

 

Dengan keistimewaan itu Al-Qur’an memcahkan probelm-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani,sosial ,ekonomi maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana karena ia dturunkan oleh yang Mahabijaksana dan Maha Terpuji. Pada setiap problem itu, Al-Qur’an meletakkan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar yang umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia dan yang perlu sesuai dengan zamannya.

 

 

Source :9 Cara Praktis Menghafal Al-Quran karya H. Sa’dulloah, S.Q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *